Imam Basori

Gerbang Digital E-Gate Terenkripsi di RT 11 Gandaria Utara untuk Lawan Curanmor, Kamling Jadi Secanggih Komplek Mewah

Bayang-bayang tokoh pewayangan Arjuna lengkap dengan gunungan pada relief pagar besi di depang Gang Haji Jeni 2, Gandaria Utara, Jakarta Selatan berdiri tegak seolah menantang siapa pun yang ingin berniat jahat.

Perpaduan warna hijau khas Betawi dan kuning emas menyala bukan sekadar estetika, melainkan ada sebuah ‘benteng’ digital bernama E-Gate.

Terlebih, keamanan lingkungan (Kamling) bukan lagi urusan ronda malam konvensional yang harus dilakukan berkeliling oleh sebagian orang, melainkan dengan perlawanan cerdas berbasis teknologi digital.

Ketua RT 11 RW 7 Kelurahan Gandaria Utara, Imam Basori, mengubah keresahan warga akibat maraknya pencurian motor (curanmor) di daerah sekitar menjadi inovasi nyata. Pagar kokoh itu kini lebih tersebut menjadi filter utama bagi setiap orang melintas.

“Keamanan masyarakat hal utama mesti disediakan pemangku kekuasaan, setelahnya kesejahteraan pasti mengikuti,” ujar sosok akrab disapa Ibas saat ditemui di kediamannya, Kamis (16/4).

Teknologi RFID dan Gotong Royong Tanpa Vendor
Sistem keamanan ini mewajibkan setiap kepala keluarga memiliki kartu tap terenkripsi. Tanpa kartu tersebut, akses masuk ke lingkungan tertutup rapat, terutama pada jam operasional pukul 00.00 hingga 05.30 pagi.

Menariknya, seluruh perangkat sistem hingga dekorasi pagar merupakan hasil peluh warga tanpa bantuan jasa kontraktor.

Pemanfaatan dana operasional RT sebesar Rp 2,5 juta terbukti efektif melalui tangan-tangan kreatif para warga. Mereka membeli besi sendiri, memotong, hingga merakit sistem RFID Door Lock secara mandiri. Semua dikerjakan dengan gotong royong warga.

“Pelaku tindak pidana curanmor agak kesulitan melancarkan aksinya. Dengan cara digital seperti ini mudah-mudahan bisa mereduksi, karena kalau tidak punya kartu, tidak bisa akses ke lingkungan sini,” tegas Ibas menjelaskan fungsi preventif alat tersebut.

Pengawasan Berlapis Hingga GPS Motor Gratis
Kehebatan E-Gate ini kian lengkap dengan pemasangan CCTV berbagai sudut serta mikrofon untuk memantau kondisi luar gerbang secara real-time.

Kabel-kabel penghubung pun terlindungi pipa besi cat hitam guna menghindari aksi vandalisme atau sabotase dari pihak luar.

“Ini ada CCTV, dia mau ngapain sudah terekam, sudah ada speakernya juga. Kalau melakukan perbuatan merusak, ya sudah kita teriakin duluan,” tambahnya sambil menunjukkan monitor pemantau.

Tidak berhenti pada gerbang pintar, Ibas mulai membagikan perangkat GPS untuk sepeda motor warga secara bertahap sebagai langkah lanjutan.

Skema ini menggunakan anggaran sisa operasional secara berkala. Ambisinya sederhana namun mendalam, yakni menciptakan lingkungan aman agar masyarakat bisa fokus meningkatkan taraf hidup tanpa rasa cemas.

“Mumpung masih banyak waktu, aman dulu. Baru selesai aman, perutnya bisa kenyang,” pungkasnya.

Support System
Dukungan keluarga rupanya mengalir deras sejak tahap perencanaan paling awal. Setiap langkah besar bermula dari obrolan ringan antara Ibas dan sang Istri, Nina Fauzi guna memastikan visi tetap berada pada jalur pengabdian.

“Pak Ibas itu selalu berdiskusi kalau ingin melakukan sesuatu terkait suatu ide gagasan. Tapi awalnya memang berangkat dari keresahan masyarakat, lalu didiskusikan di rumah. Sebagai pasangan selalu memberi dukungan, apapun ide-ide kaitan semangat untuk masyarakat luas,” tambah Nina.

Menurutnya, semua program tersebut terkelola bersama dari masyarakat untuk masyarakat. Sejauh ini, setiap langkah serta tindakan sang suami mendapat dukungan penuh dari pihak keluarga tanpa pengecualian.

Terlebih, gagasan suaminya selalu melalui rancangan matang, terutama menyangkut kepentingan publik. Balutan tunik batik merah muda saat ditemui menambah kesan anggun ketika ia menceritakan totalitas sang suami dalam bekerja demi warga.

“Bapak itu all out. Jadi apapun kegiatannya menyangkut masyarakat, bapak tidak mau setengah-setengah karena amanah ini bukan cuma bertanggung jawab kepada masyarakat tapi juga ke Tuhan. Jadi amanah ini harus dijalankan sepenuh hati,” ujar Nina di sela aktivitasnya.

Gagasan Unik Berbasis Keresahan Publik
Nina mengungkapkan, ide milik Ibas sebenarnya sederhana namun mengandung pendekatan kreatif jarang terealisasi pihak lain.

Keresahan masyarakat menjadi bahan dasar utama dalam setiap perumusan langkah-langkah strategis.

“Beliau itu sosok kreatif, ide-idenya out the box memikirkan hal kadang sederhana tapi belum pernah ada. Dan perlu digarisbawahi, itu bermanfaat,” tegas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *